ini kisah awal dari sebuah perjalanan, dengan modal nekad dan dibantu dengan sebuah keberanian. Saya meninggalkan kampung halaman untung menimba ilmu di negeri orang, meninggalkan orang tua dan saudara-saudara serta kerabat. Saya memilih kota Padang bukan hal yang saya sengaja, berawal dari pendaftaran SNMPTN, tak pernah terfikir jika akan lulus dan masuk ke UNP salah satu kampus terkenal di Sumatera. Saya tidak sendiri, bersama salah satu teman dari SMA dulu lebih tepat disebut dengan sahabat, kami tidak satu fakultas dan memilih jurusan yang berbeda.
Awalnya keluarga banyak yang tidak setuju akan Universitas yang saya pilih, namun saya tetap kokoh untuk ingin tetap melanjutkan kuliah di Universitas tersebut, yang menjadi alasan utama pasti biaya dan masalah keuangan, karena saya berasal dari keluarga yang sederhana bahkan bisa dikatakan berasal dari keluarga yang kurang mampu, namun saya berfikir bagaimanapun caranya saya harus tetap kuliah supaya nantinya saya bisa merubah nasib keluarga saya agar lebih baik lagi. Pendidikan itu sangat penting untuk saya begitupun dengan keluarga saya, namun dari 8 bersaudara hanya saya yang mendapat kesempatan untuk bisa kuliah dan saudara-saudara saya lebih memilih untuk bekerja, mengingat ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan.
Berdampingan dengan pendaftaran SNMPTN saya juga mengurus beasiswa Bidik Misi berdua dengan sahabat saya Ester Firman Ningsih namanya, hingga harus bolak balik ke kantor desa untuk minta dibuatkan Surat Keterangan Tidak Mampu, cukup ribet prosesnya namun saya harus mengejar beasiswa itu, untuk meringankan beban orang tua saya. Beberapa bulan kemudian pengumuman keluar saat itu saya senang sekaligus sedih karena sahabat saya tidak lulus beasiswa sementara saya lulus, dan saat itu pula saya merasa menjadi orang yang bersyukur atas rezeki yang diberi oleh Allah SWT. Mendengar kabar ini orang tua saya sangat besryukur. Banyak ucapan terima kasih yang ingin saya ucapkan namun tidak bisa satu persatu, yang pertama adalah kedua orang tua dan kakak-kakak dan kerabat terdekat saya yang selalu mendukung saya, untuk kak Linda yang telah memberi saya laptop ini serta smartphone dengan uang tabungannya selama bekerja adikmu ini sangat berterima kasih, untuk kak Dewi yang rela mengalah untuk tetap stay dirumah jagain mamak dan bapak yang semakin tua demi saya dan itu seharusnya menjadi tugasku.untuk kakak dan abang yang selalu mensupport saya untuk bisa bertahan di kampung orang, juga kakak angkat sekaligus ibu juga buat saya. Untuk sahabat saya Melly yang saya tinggalkan dikampung halaman yang selalu mensupport dan menasehati saya, mendengarkan segala keluh kesah saya dan yang selalu mampu menoreh senyum terima kasih untuk semuanya.
Pesan saya pada kesempatan ini, jadilah manusia yang selalu bersyukur dalam keadaan apapun, jangan berhenti beryukur serta berdoa dan ikhtiar karena bahagia itu setelah kita bersyukur. dan jangan pernah lupa untuk berterima kasih dengan orang-orang yang ada disekitar kita yang selalu mensupport kita. Karena sesungguhnya hidup di rantau itu bukan satu hal yang mudah, namun bisa menjadi pengajaran hidup yang paling berharga.
Terima Kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar